y Paduan suara,susunan,keseimbangan,warna suara serta bentuk paduan suara

Jumat, 07 Desember 2012

Paduan suara,susunan,keseimbangan,warna suara serta bentuk paduan suara


PADUAN SUARA

Susunannya
 Suatu paduan suara merupakan himpunan dari seeejumlah penyanyi yang dikelompokkan menurut jenis suaranya. Untuk anak-anak maupun wanita, jenis-jenis suara itu adalah: sopran,mezzo-sopran,alto. Dan utuk laki-laki dewasa: tenor,baritone,bas. Jenis-jenis suara ini satu sama lain berbeda warna suara atau timbre. Paduan suara dengan suara sejenis bisa kita temukan: sopran,mezzo, dan alto (untuk anak-anak dan atau wanita), atau tenor,bariton dan bas (untuk paduansuara pria wanita). Sedangkan paduan suara campuran (mized choir), di mana terdapat wanita dan pria, lazimnyamerupakan himpunan dari penyanyi-penyanyi dengan jenis-jenis suara: sopran-alto-tenor dan bas di singkat SATB.

Warna-suara
Setiap pemimpin paduan suara perlu benar-benar memahami dan mengerti tentang timbre (warna suara) dari tiap jenis suara itu untuk anak-anak,wanita maupun pria. Kemampuan menjangkau nada-nada tinggi atau rendah merupakan pertimbangan yang kedua setelah timbre. Suara sopran pada umumnya dapat dikenali pada bunyinya yang “terang”. Suara ini terasa “ringan”,dengan pembawaan yang lincah. Wilayah nada yang dikuasainya termasuk yang paling tinggi diantara semua jenis suara. Suara alto mempunyai suara yang agak “gelap” bunyinya ‘’dalam” dan pembawaannya seperti “berat” ia merupakan jenis suara wanita yang menghasilkan nada-nada rendah dengan warna yang dalam.mezzo-sopran warnanya berada diantara warna sopan dan alto. Tidak terlalu terang dan tidak berat dalam, jangkauan nadanya juga berada diantara sopran dan alto. Sama seperti halnya dengan sopran pada suara wanita, maka suara tenor pada pria mempunyai warna bunyi yang terang-nyaring. Sedangkan suara bas berwarna “gelap” dengan pembawaan yang “berat” dan “dalam”


Keseimbangan suara/balans  
Bukan hanya soal kwantitas yang menentukan keseimbangan suara itu; kwalitaspun turut berbicara di dalamnya. Volume suara yang berimbang dalam arti kwantitas, merupakan hasil, di mana semua kelompok menyanyi dalam “dynamic level” (takaran dinamik) yang sama. Jika kelompok itu besarnya berlainan, maka menyanyi dalam “dynamic level” yang sama pasti tidak akan menghasilkan volume suara yang berimbang, dan kiranya jelas, bahwa memaksa salah satu kelompok menyanyi lebih keras atau pelan, juga bukanlah suatu cara yang benar untuk memperoleh balans yang baik itu, sebab di situ “dynamic level” yang di pakai sudah tidak sama lagi.tujuan pokok senantiasa adalah terciptanya sarana demi tercapainya peimbangan (balans) suara yang wajar. Sebagai pedoman yang bersifat umum formasi tersebut perlu di fahami.

Membentuk paduan suara
Untuk memperoleh padua suara yang mengandung cukup potensi untuk dikembangkan menjadi paduan suara yang baik,biasanya haruslah diadakan suatu seleksi. Setiap calon menjalani suatu testing. Berbagai cara di tempuh untuk mengetahui kwalitas dan timbre suara,musikalitas,daya-pendengaran,kepekaan terhadap ritme dari para calon yang bersangkutan diterima ,disamping itu biasanya juga menjadi perhatian,apakah calonnya cukup fasih membaca not (not angka,lebih baik lagi not balok).

Sejak dini berpaduan merupakan syarat mutlak bagi setiap paduan suara yang baik. Suatu paduan suara berdiri atau jatuh dengan ada atau tidak adanya perpaduan itu, yaitu perpaduan di mana semua unsu,tanpa kecuali, turut terlibat didalamnya.

Pertimbangan-pertimbangan lain
Walau sifatnya non-musik,atau bahkan juga non-vokal, berikut ini cukup penting juga untuk menjadi perhatian dalam usaha membentuk paduan suara, terutama bagi kelancaran usaha pembinaan selanjutnya.

Yang dimaksud adalah:
1.      Soal  usia  para anggota yang kira-kira setingkat,karena ini akan membantu terciptanya hubungan pergaulan yang wajar. Memperhatikan masalah ini berarti jauh menghindari terjadinya pengelompokan yang lazim terjadi,karena anggota biasanya akan saling mencari teman yang sebaya.
2.      Latar belakang pendidikan yang kira-kira setingkat pasti juga mempunyai pengaruh baik bagi terjalinnya  hubungan keakraban yang sehat. Jika latar belakang pendidikan itu terlalu besar perbedaan tingkatannya, maka akan terjadi “gap-gap” psikologis antar anggota, yang akan bermuara dalam bentuk-bentuk pengelompokan. Juga dalam pemahaman karya-karya music yang semakin berat kelak, keadan seperti ini pasti tidak akan menguntungkan.
Suasana pergaulan dan hubungan keakraban yang baik dan sehat sangat menguntungkan bagi kemajuan  suatupaduan suara.

   

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Blogger news

Blogger templates

Total Tayangan Laman

Copyright © 2012. Catatan kuliah seni - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz